PPs IAIN Parepare -- Selasa, 11 Juni 2024, TIM Dosen Program Pascasarjana IAIN Parepare, mengikuti Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Malaysia. International Community Service atau Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional merupakan salah satu agenda dari International Academic Community yang diketuai Prof. Dr. Tulus Suryanto, MM, Akt, C.A. dalam memenuhi Tridharma perguruan tinggi (Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) yang diikuti oleh banyak Perguruan Tinggi termasuk IAIN Parepare.
Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh tim PkM PPs IAIN Parepare yang terdiri dari Dr. Muzdalifah Muhammadun, M.Ag, Dr. Andi Bahri S, M.E.M.Fil.I, dan Dr. Damirah, S.E., M.M. Tim PkM berbagi wawasan seperti pengelolaan keuangan pribadi, keterampilan kewirausahaan berbasis digital, serta penguatan literasi hukum dan perlindungan hak-hak pekerja migran. Kehadiran Tim PkM PPs IAIN Parepare menjadi salah satu upaya yang dilakukan guna mendukung implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, dengan membawa dampak nyata pada komunitas pekerja migran Indonesia. Selain itu kegiatan ini guna memberikan pengalaman langsung kepada Dosen untuk berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dr. Muzdalifah mengatakan bahwa “Kegiatan ini merupakan langkah strategis yang diinisiasi oleh Program Pascasarjana untuk memperkuat komitmen perguruan tinggi Indonesia dalam mendukung pemberdayaan komunitas diaspora. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan reputasi pendidikan tinggi Indonesia di kancah internasional sekaligus mempererat kerja sama dengan berbagai pihak luar negeri, termasuk KJRI dan komunitas internasional di Malaysia.” Ujar Muzdalifah.
Andi Bahri, M.M., sabagai salah satu tim PkM Program Pascasarjana, menyampaikan, “Kita perlu meningkatkan kesadaran di kalangan akademisi dan mahasiswa terhadap tantangan yang dihadapi PMI. Hal ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif mereka dalam isu-isu sosial dan pemberdayaan komunitas. Dengan berpartisipasi dalam program seperti ini, perguruan tinggi Indonesia tidak hanya memperluas dampaknya di tingkat internasional, tetapi juga memperkuat fondasi pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup diaspora Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Damirah, M.E.I., juga sebagai tim PkM Program Pascasarjana, menyoroti, “Salah satu tantangan utama dalam tata kelola keuangan keluarga migran adalah kebiasaan yang minim dalam menabung dari pendapatan mereka. Selain membiasakan menabung, penting juga untuk memikirkan investasi demi masa depan,” tambahnya.