Pascasarjana IAIN Parepare resmi memulai rangkaian Pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 dengan menggelar ujian Computer Based Test (CBT) bagi calon mahasiswa program Magister (S2) dan Doktor (S3) sejak hari Selasa.
Pelaksanaan ujian CBT berlangsung secara hybrid, yakni secara daring (online) dan luring (offline). Peserta yang mengikuti ujian secara langsung difasilitasi ruang ujian di lantai 4 Gedung Perpustakaan IAIN Parepare dengan dukungan perangkat komputer yang telah disiapkan panitia.
Tercatat, jumlah pendaftar program Magister (S2) mencapai 44 orang yang berasal dari berbagai program studi. Sementara itu, program Doktor (S3) Studi Islam mencatat antusiasme tinggi dengan jumlah pendaftar sebanyak 56 orang dari berbagai konsentrasi keilmuan. PMB tahun ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan penerimaan mahasiswa perdana untuk Program Doktor (S3) Studi Islam di Pascasarjana IAIN Parepare.
Setelah pelaksanaan CBT, rangkaian seleksi dilanjutkan dengan ujian wawancara program Magister (S2) pada hari Rabu, kemudian dilanjutkan wawancara program Doktor (S3). Pada tahap wawancara S2, peserta diuji terkait kemampuan dasar penunjang studi, meliputi penguasaan bahasa Arab, bahasa Inggris, serta kemampuan teknologi informasi (IT) yang mendukung proses pembelajaran di tingkat magister. Sementara pada program Doktor (S3), peserta diwawancarai terkait wawasan keilmuan, kesiapan akademik, serta kemampuan riset dan penelitian.




Pelaksanaan wawancara PMB Pascasarjana melibatkan empat tim penguji yang terdiri dari para dosen dan pimpinan Pascasarjana IAIN Parepare, yaitu Dr. H. Islamul Haq, Lc., M.A, Dr. Agus Muchsin, M.Ag, Dr. Ramli, S.Ag., M.Sos.I, dan Dr. Ahdar, M.Pd.I. Pembagian penguji dilakukan untuk memastikan proses wawancara berjalan efektif dan objektif bagi seluruh peserta.
Ketua Panitia PMB Pascasarjana, Dr. Kaharuddin, S.Ag., M.Pd.I, berharap seluruh rangkaian seleksi dapat berjalan lancar dan mampu menjaring calon mahasiswa yang unggul, adaptif, serta memiliki kapasitas akademik dan riset yang kuat untuk mendukung pengembangan keilmuan Islam di masa mendatang