Parepare — Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare sukses menyelenggarakan International Guest Lecture (IGLoPAS) bertema “Islamic Wealth Management: Theory and Practice” pada Kamis, 7 Mei 2026 malam. Acara yang digelar secara daring melalui Zoom dan YouTube ini terbuka untuk umum dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Nurizal Ismail, S.E.I., M.A. dari International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Dr. Andi Bahri S., M.E., M.Fil.I., dosen sekaligus Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare. Sementara sambutan pembuka disampaikan oleh Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Parepare, Dr. Hj. Syahriyah Semaun, S.E., M.M. Alfiyah Dhiyaul Auliyah, S.E. bertindak sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Dr. Hj. Syahriyah Semaun menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan secara Islami di tengah maraknya praktik keuangan konvensional. “Kekayaan secara Islami harus terhindar dari riba, gharar, dan maysir, serta harus membawa manfaat bagi dunia dan akhirat,” ujarnya.
Dr. Nurizal Ismail menyampaikan paparan komprehensif mengenai filosofi, maqasid syariah, serta praktik manajemen kekayaan Islam. Beliau menjelaskan bahwa konsep Islamic Wealth Management berbeda secara fundamental dengan wealth management konvensional karena berlandaskan tauhid, akhlak, dan kerangka syariah.
“ kekayaan pada hakikatnya milik Allah SWT. Manusia hanya sebagai khalifah yang dipercaya untuk mengelolanya (konsep istikhlaf),” kata Dr. Nurizal. Ia juga membahas evolusi aset dari yang tangible ke non-tangible seperti aset digital dan kripto, serta menyoroti pendekatan Malaysia yang progresif dalam menyikapi kripto aset yang telah disetujui oleh Shariah Advisory Council Bank Negara Malaysia.
Dr. Nurizal memaparkan lima elemen utama manajemen kekayaan Islam: penciptaan kekayaan (wealth creation), akumulasi, perlindungan, distribusi (melalui wasiat, hibah, wakaf, dan faraid), serta purifikasi melalui zakat.
Sementara itu, Dr. Andi Bahri melengkapi paparan dengan perspektif filosofis dan etis. Ia mengangkat konsep “worth it” dalam kacamata ekonomi syariah berdasarkan pemikiran Ibnu Taimiyah tentang al-saman al-mitsli (harga yang adil) dan al-iwad al-mitsli (kompensasi yang setara). Dr. Andi juga mengaitkannya dengan maqasid syariah serta konsep utilitas dan barokah ala Imam Al-Ghazali.
Dalam sesi tanya jawab, peserta antusias membahas isu kripto aset, investasi berisiko tinggi, serta praktik investasi syariah di era digital. Dr. Nurizal menekankan pentingnya literasi dan kehati-hatian, terutama menghindari skema investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.
Acara yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini ditutup dengan pernyataan penutup dari kedua narasumber. Dr. Nurizal mengingatkan bahwa harta akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, sebagaimana disebutkan dalam hadis.
Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk lebih mendalami praktik keuangan syariah yang berkah. Peserta yang hadir berhak mendapatkan e-sertifikat gratis.
Acara ini merupakan bagian dari komitmen Program Pascasarjana IAIN Parepare dalam menghadirkan perspektif internasional dan memperkuat literasi ekonomi syariah di Indonesia Timur.