Skip ke Konten

Pascasarjana IAIN Parepare Matangkan Kurikulum S3, Tekankan Penguatan Riset dan Ciri Khas Keilmuan

20 April 2026 oleh
Pascasarjana IAIN Parepare Matangkan Kurikulum S3, Tekankan Penguatan Riset dan Ciri Khas Keilmuan
Admin Pasca

Parepare, 20 April 2026 — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar rapat koordinasi pembahasan dan penyempurnaan kurikulum Program Doktor (S3) pada Senin (20/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Fly Over Rektorat Lantai 3 dan dihadiri oleh Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, bersama jajaran pimpinan serta seluruh tim penyusun kurikulum.


Rapat dibuka oleh Direktur Pascasarjana, Dr. Islamul Haq selaku penanggung jawab kegiatan. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penyusunan kurikulum harus berbasis pada kebutuhan akademik yang aktual dan hasil kajian komparatif. “Kurikulum ini kita susun dengan merujuk pada hasil benchmarking dan diskusi dengan para pakar dari berbagai perguruan tinggi, sehingga diharapkan mampu menghasilkan rumusan yang adaptif, kontekstual, dan berdaya saing,” ujarnya.


Selanjutnya, Ketua Tim Penyusun Kurikulum, Dr. Muhammad Saleh, menyampaikan bahwa draft kurikulum Program Doktor telah rampung disusun dan siap untuk disempurnakan melalui masukan dari berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya menghadirkan kekhasan program sebagai pembeda. “Kami mengusulkan adanya penguatan pada studi pesantren dan kajian turats Nusantara sebagai ciri khas Program Doktor Studi Islam, karena ini belum banyak dikembangkan di perguruan tinggi lain,” jelasnya.


Rapat berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan dan masukan dari peserta. Sejumlah poin strategis mengemuka, terutama terkait penguatan struktur kurikulum dan relevansi konsentrasi keilmuan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan studi Islam kontemporer.


Dalam arahannya sekaligus menutup rapat, Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, menegaskan bahwa Program Doktor harus memiliki orientasi yang kuat pada riset. “Program S3 harus lebih menekankan pada penguatan riset, bukan sekadar perkuliahan. Ini yang harus menjadi pembeda utama dengan jenjang sebelumnya,” tegasnya.


Ia juga menyatakan dukungannya terhadap arah pengembangan kurikulum yang menonjolkan kekhasan keilmuan. “Saya sepakat bahwa penguatan kajian turats Nusantara dan studi pesantren harus menjadi ciri khas Program Doktor Studi Islam di IAIN Parepare,” lanjutnya.


Selain itu, dalam rapat juga disepakati bahwa konsentrasi yang dibuka pada Program Doktor mengacu pada program studi yang telah ada di jenjang Magister (S2), dengan penguatan dan pengembangan lebih lanjut. “Konsentrasi S3 akan mengikuti prodi yang ada di S2, namun kita tambahkan beberapa konsentrasi lain untuk memperkaya pilihan keilmuan,” ungkap Prof. Jamilah selaku anggota Tim.


Adapun konsentrasi tambahan yang diakomodasi meliputi Jinayah, Muamalah, Hukum Tata Negara, Tafsir Hadits, Pemikiran Islam, Fiqh, dan Ushul Fiqh.


Dengan penyempurnaan ini, kurikulum Program Doktor (S3) IAIN Parepare diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul dalam riset, memiliki kedalaman analisis, serta tetap berakar pada kekhasan keilmuan Islam di Nusantara.

di dalam Berita
Pascasarjana IAIN Parepare Matangkan Kurikulum S3, Tekankan Penguatan Riset dan Ciri Khas Keilmuan
Admin Pasca 20 April 2026
Share post ini
Arsip