تخطي للذهاب إلى المحتوى

FMP IAIN Parepare Bedah Peluang dan Tantangan Blockchain untuk Pencatatan Pernikahan di Indonesia

7 مايو 2025 بواسطة
FMP IAIN Parepare Bedah Peluang dan Tantangan Blockchain untuk Pencatatan Pernikahan di Indonesia
Admin Pasca

Parepare, 7 Mei 2025 – Forum Mahasiswa Pascasarjana (FMP) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare kembali menggelar Bedah Karya Ilmiah secara daring dengan gaya selingkung yang difokuskan pada isu-isu kontemporer di bidang teknologi dan hukum. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu malam pukul 20.00 WITA melalui Zoom Meeting ID 851 3859 5445 dengan passcode “Bedahkarya” ini menghadirkan karya ilmiah berjudul “Peluang dan Tantangan Teknologi Blockchain untuk Pencatatan Pernikahan di Indonesia” karya Ahmad Alimuddin, S.H. Diskusi ilmiah yang dipimpin langsung oleh penulisnya tersebut menjadi ruang diskusi kritis di kalangan mahasiswa pascasarjana, dosen, praktisi hukum, dan pemerhati teknologi informasi untuk mengkaji potensi revolusioner blockchain dalam modernisasi layanan pencatatan sipil di Indonesia.

Ahmad Alimuddin, S.H., mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Parepare yang memiliki latar belakang hukum dan minat mendalam pada teknologi digital, menyajikan hasil penelitian yang menganalisis secara komprehensif bagaimana teknologi blockchain dapat menjadi solusi revolusioner dalam meningkatkan efisiensi, keamanan, dan transparansi sistem pencatatan sipil, khususnya pencatatan pernikahan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi komparatif terhadap pengalaman sukses negara-negara seperti Estonia dan Georgia, penelitian ini menunjukkan bahwa blockchain memungkinkan penyimpanan data secara permanen dan terdistribusi, sehingga nyaris mustahil terjadi manipulasi data maupun kehilangan arsip penting. Hasil penelitian juga mengungkap bahwa penerapan teknologi ini berpotensi besar mendukung modernisasi layanan publik di era digital, sekaligus memperkuat akuntabilitas lembaga negara dalam memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Meski demikian, penelitian ini secara jujur juga memaparkan berbagai tantangan implementasi di konteks Indonesia, di antaranya regulasi yang masih belum matang, keterbatasan infrastruktur teknologi di daerah-daerah terpencil, serta resistensi sumber daya manusia dan budaya yang perlu diatasi melalui pendekatan edukasi yang intensif. Ahmad Alimuddin menawarkan rekomendasi strategi implementasi yang terencana, kolaboratif antarstakeholder (pemerintah, perguruan tinggi, dan swasta), serta berkelanjutan agar transformasi digital ini dapat terwujud secara inklusif dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan serta prinsip hukum Islam. Kegiatan bedah karya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FMP IAIN Parepare dalam memperkuat budaya akademik pascasarjana, mendorong riset interdisipliner yang inovatif, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional melalui integrasi teknologi dengan aspek hukum dan keagamaan.

Kata kunci yang menjadi inti pembahasan antara lain Blockchain, Pencatatan Sipil Pernikahan, Transparansi, Regulasi, Efisiensi Sistem, dan Modernisasi Pelayanan Publik, mencerminkan urgensi isu di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Penyelenggaraan bedah karya ini tidak hanya menjadi ajang intelektual bagi internal IAIN Parepare, tetapi juga membuka ruang kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi dalam mengkaji pemanfaatan teknologi mutakhir yang berbasis kearifan lokal dan prinsip keadilan. Dengan demikian, FMP IAIN Parepare terus konsisten menjadikan kegiatan semacam ini sebagai wahana rutin untuk meningkatkan kualitas riset mahasiswa sekaligus berkontribusi pada pelayanan publik yang lebih modern, aman, dan transparan di seluruh Indonesia.

في Berita
FMP IAIN Parepare Bedah Peluang dan Tantangan Blockchain untuk Pencatatan Pernikahan di Indonesia
Admin Pasca 7 مايو 2025
شارك هذا المنشور
الأرشيف